Gonjong Limo di Bandung

Posted at Tuesday, May 3rd, 2011

Frans | Gonjong Limo

Festival MinangKabau Gonjong Limo berlangsung di Bandung. Pemilihan kota bandung sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan festival masyarakat “perantau’ dari minangkabau yang berada di Bandung khususnya, seakan meyakinkan kota Bandung sebagai kota Festival. Acara ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat minangkabau yang berada dibandung khususnya untuk menyuguhkan kepada publik tentang budaya minangkabau dan menampilkan rasa “kerinduannya” masyarakat perantau akan kampung halamannya.

Beragam sajian budaya, antaralain “tari piring” yang menjadi ikon kesenian masyarakat minang yang dibumbui dengan beragam panganan kuliner yang menggugah selera membuat festival ini berlangsung meriah. Panganan yang sangat jarang ditemui antara lain seperti “Bubur Kampium” yang terdiri dari tepung tapioka yang dibuat bubur kemudian dicampur bubur kacang hijau dan ketan hitam lalu ditambah waluh dan beragam agar-agar tepung dan gula merah cair. Selain itu juga bisa ditemui salah satu jenis minuman khas dari ranah minang, yaitu “aia kawa” yang terbuat dari daun kopi yang diolah terlebih dahulu dengan cara menyangrainya (ditaruh di atas perapian) sampai daun kopi mengering selama kurang lebih 12 jam. Setelah itu, daun yang mengering dicampur dengan air dingin dan dimasak sampai airnya mendidih.Uniknya, untuk menikmati Aia Kawa ini kita tidak menggunakan gelas atau cangkir seperti biasanya tapi mengunakan wadah dari tempurung kelapa yang diberi tatakan bambu.

Ada juga acara yang berkaitan dengan lagu-lagu daerah yang ditawarkan dengan melibatkan respon dari penonton yaitu dengan tebak lagu yang biasa disebut “KIM”. Ini merupakan kegiatan khas yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau-Padang untuk mengapresiasi sebuah perayaan. Awalnya ditandai dengan seorang MC (master ceremony) yang merangkap juga sebagai pelantun lagu yang kemudian menyanyikan berbagai lagu dalam bahasa daerah minang-padang yang dalam lyriknya menyebutkan beberapa angka dan kemudian pengunjung yang sebelumnya diberikan secarik kertas yang berisi angka-angka tertentu. Pengunjung kemudian harus menebak angka yang disebutkan oleh MC tadi dan kemudian dituliskan dalam selembar kertas tadi sehingga membentuk sebuah urutan angka yang disebutkan oleh MC. Cukup sulit memang, tapi menyenangkan.

Acara yang dihadiri langsung oleh walikota padang ini dan juga diprakarsai oleh Bank Nagari walaupun bukan berlangsung di tanah Minang melainkan ditanah Sunda tapi ini membuktikan bahwa dengan Bhineka tunggal Ika , membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.
Frans Ari Prasetyo

Post to Twitter

0 Comments

YOUR NAME

EMAIL

CODE

COMMENT