Pameran fotographi Chloé Tallot
Frans | Foto -foto oleh Chloé Tallot
Perancis, memang sebuah negara yang memberikan warna yang berbeda betapa tidak secara kultural masyarakatnya yang banyak tersebar di berbagai negara tetap memberikan warna ke’khas’annya dalam kehidupan mereka sehari hari, begitu pula dengan proses kekaryaannya. kali ini CCF bandung membawa Chloé Tallot salah seorang seniman perancis yang membawa fotografi cita rasa perancis kedalam wadah publik di Bandung. hal ini bisa dipahami karena Chloé Tallot sejak kanak-kanak tetap menjaga hubungan akrab dengan seni. Saat ini, dengan bebas ia mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru gambar, suara, bentuk dan warna yang ditawarkan oleh kemampuan teknologi terkini. Imajinasinya hidup dari beragam pengalaman: dorongan hati, rasa menggebu, kesadaran, keangkuhan, penolakan, kontradiksi, impian… sang seniman pun menciptakan dunia yang sangat pribadi yang mewakili emosi generasinya.
Issue yang dimunculkan dalam karya fotografinya kali ini, memang memiliki muatan hubungan dalam mata rantai lingkarang atasnama sebuah individu. Personal mungkin ini hal yang tepat untuk mendeskripsikan atas apa yang Chloé Tallot tawarkan kepada publik Bandung. warna-warna yang ditampilkan pun beraroma psyco-romantic seolah mungkin menegaskan kepribadian Chloé Tallot sendiri dimata publik.
Seri Hewani mengetengahkan tubuh telanjang manusia dan binatang. Ini adalah permainan dalam pohon silsilah spesies dan semangat Darwin . Menghubungkan kulit – kulit halus manusia dan kulit tebal binatang – terasa segera sensasi fisik dan disalurkan pada kekuatan daya khayal. Hewani merupakan kerja emosi, impuls, hubungan dengan yang lain dan kontradiksi yang menimbulkan konsekuensi. Seri ini mempertanyakan sisi kebinatangan pada manusia, menjelajahi sensasi seperti yang dikembalikan kehidupan, ke dalam perut. Mengenai kompleksitas tersebut secara sekilas, menghadapinya dengan bayang-bayang mereka, memahami dan mencoba untuk melepaskan diri darinya.
Seri Sentimental adalah kebalikan dari seri Hewani. Merupakan kerja jantung, pikiran, intimitas, dan perasaan. Seri ini disusun dalam lima sekuens potret diri. Masing-masing sekuens merupakan sebuah cerita di mana perasaan diperlihatkan secara ilmiah dan dikonfrontasikan dengan organ anatomi dan diagram sebenarnya. Campuran papan ilmiah dan kolase fotografis, setiap gambar berubah menjadi halaman ensiklopedia bergambar. Seluruh seri merupakan ekplorasi emosi dan suatu upaya kekinian dari Sejarah Alam Rasa.
Akhirnya keterkaitan personal ini terwujud dan dikemas sangat apik dalam kaca-mata visual fotografi yang coba ditransformasikan kepada publik , sekarang publik Bandung khususnya. selamat menikmati.
Frans A. Prasetyo











