Pameran Seni Rupa Secular World
Frans | Pameran Seni Rupa Secular World
Irfan Hendrian dalam “secular world” ingin menyampaikan kepada publik khususnya publik senirupa tentang hasil pencapaiannya dalam berkarya. Posisi Asbestos yang memilki kecenderungan lebih “militan” dan benar-benar space alternatif membuat Irfan tidak ragu untuk menggelar karyanya dalam ‘lapak’ yang disediakan oleh Asbestos Art Space. Posisi Irfan sendiri sebelumnya tidak begitu terpetakan dalam ranah hingarbingar publik senirupa diBandung,ini mungkin bisa dipahami kalau melihat latar belakang proses berkeseniannya yang dirintis ketika belajar di Singapura dan New Zealand. Selain itu memang secara personality Irfan cenderung merupakan individu yang ‘pendiam’ membuat dia tidak se’famous’ seniman-seniman muda lainnya yang dalam beberapa tahun ini mewarnai cerahnya langit senirupa Bandung.
Mungkin karena posisi yang ‘berbeda’ tersebut membuat Irfan lebih “nyaman” memilih Asbestos untuk pameran solo pertamanya dan juga selain itu karena kedekatan personal dengan pemilik space tersebut. Pembukaaan pameran yang dihadiri oleh orang-orang dengan beragam “posisi”nya ini membuat mapping senirupa khususnya diBandung semakin jelas karenanya, ada beragam warna yang mulai muncul dan ditawarkan disana. Akan ada sebuah penawaran atas dasar permintaan baru untuk hal ini kepada sosok Irfan. Ini biasa seperti hukum pasar, ada nilai tawar yang dimunculkan maka ada nilai permintaan yang akan mengikutinya.
Secular world adalah sebuah nilai penawaran dari sebuah permintaan yang bermula dari pandangan dan pemahaman personal Irfan yang tertuang dalam karyanya kali ini yang melihat bagaimana sudut pandang agama menjadi issue yang menarik dan juga sensitif untuk dikaji dalam perspektif yang berbeda. Kali ini pendekatan senirupa coba ditawarkan untuk melihat sebuah ruang yang ada disekeliling Irfan untuk memaparkan apa yang ada dalamnya. Dengan medium kertas yang menjadi mediator diantara imajinasi dan realita serta interaksi didalamnya yang dikemas untuk menjadi ruang diantara dunia ilusi dan nyata yang diciptakannya.
Issue agama dengan formula pengetahuan menjadi sebuah dunia luas yang bisa digambarkan dengah beragam bentukan visual sebagai wakil nyata dari sebuah imajinasi dan realita tadi. Bentukan visial yang ‘sederhana’ dengan medium kertas tadi menjadi sebuah hal yang ‘megah’, untuk menggambarkan betapa sesuatu yang minimal dapat dieksploitasi secara maksimal tanpa meninggalkan esensi sebenarnya dari sebuah religiusitas yang berkembang dalam wilayah kehidupan personal seseorang, dan Irfan mengalaminya.
Pameran yang berlangsung hingga 13 mei 2011 dengan diselingi artist talk diwaktu yang sama menghadirkan W. Cristiawan sebagai pemandunya dan Irfan Hendrian sendiri tentunya. Selamat menikmati suguhan dilapak ini.
Frans Ari prasetyo











